Selasa, November 11, 2008

Mamat with Love

Dear teman-teman,

Ada yang ingat foto ini?








Foto di atas diambil pada 1 Mei 2008, saat pertemuan pendahuluan reuni akbar alumni di Cwie Mie TB Simatupang. Di antaranya ada Mamat yang saat itu pakai t-shirt warna hitam dan bertuliskan ”Aku gak gendut kok, cuma kurang tinggi aja.”, yang membuat siapapun yang melihatnya terdorong untuk berkomentar dan tersenyum ...

Mamat?

Iya, Mamat yang jenaka, Mamat yang ceria, Mamat yang kadang jahil, Mamat yang ramah, Mamat yang supel, baik hati dan setia kawan ... Mamat yang alumnus 1984, yang nama aslinya: R. Rachmat. Masih jelas dalam ingatan, betapa semangatnya Mamat menghadapi reuni akbar tersebut. Sayangnya, saat perhelatan itu akhirnya digelar pada 1 Nopember lalu … ia tak dapat menghadirinya.

He missed that big event ... karena saat ini teman dan sahabat kita itu sedang menjalani perawatan di Siloam Hospitals Karawaci akibat serangan stroke hemoragik (pecah pembuluh darah di otak) pada 6 Agustus 2008 lalu. Hingga hari ini (11 Nopember) telah 97 hari Mamat dirawat di sana.

Mempertimbangkan kondisinya yang sangat kritis saat serangan stroke tersebut terjadi, dan berdasarkan rekomendasi dari spesialis syaraf yang memeriksanya di UGD sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan, kami sekeluarga kemudian mencari rujukan rumah sakit lain untuk penanganan kondisi Mamat. ”Timing is everything” ... begitulah kami pun harus berpacu dengan waktu mencari bantuan untuk pertolongan jiwa teman dan sahabat kita ini.
Selanjutnya, Mamat kami bawa ke Siloam Hospitals Karawaci untuk ditangani oleh tim spesialis bedah syaraf yang dikenal kompeten di rumah sakit tersebut dan direkomendasikan oleh banyak pihak. Tuhan jua yang Maha Berkehendak, tindakan operasi pun dapat segera dilakukan setelah kami sampai di rumah sakit. Saat itu Mamat dalam kondisi ”deep coma”, dan tim dokter mengatakan pada kami bahwa mereka akan berusaha semaksimal mungkin. Alhamdulillah operasi pun berlangsung lancar selama tujuh jam (mulai pk. 01.00 wib dan selesai sekitar pk. 08.00 wib).

Ternyata, operasi craniotomy tersebut merupakan operasi pertama, karena pada 11 Agustus 2008, Mamat harus kembali menjalani operasi yang kedua kali untuk pemasangan shunt permanen guna membantu drainase cairan otaknya. Alhamdulillah, operasi tersebut juga berjalan lancar.

Mamat sempat mengalami koma selama 27 hari akibat stroke hemoragik tersebut. Alhamdulillah, sejak awal September lalu ia sudah mulai membuka mata dan memberikan beberapa respons sederhana melalui gerakan kepala, gerakan tangan dan kakinya baik secara spontan ataupun melalui stimulasi. Menurut tim dokter, Mamat menunjukkan kemajuan yang berarti meskipun terjadi secara lambat dan bertahap.

Selanjutnya, pada 29 September 2008 Mamat kembali harus menjalani operasi yang ketiga, yaitu cranioplasty untuk pemasangan tempurung kepalanya (bagian kanan) yang memang sengaja dibuka saat menjalani operasi pertama. Alhamdulillah, operasi tersebut berjalan lancar.

Kini Mamat masih harus menjalani program rehabilitasi medik untuk pemulihannya. Meski kesadarannya belum sepenuhnya pulih dan kontak dengan sekelilingnya pun masih sangat terbatas, namun ikhtiar untuk kesembuhannya senantiasa diupayakan, didukung kekuatan lain melalui do’a-do’a yang tak putus dipanjatkan pada-Nya. IA lah yang Maha Berkehendak, dan IA pula lah yang Maha Penyembuh.

Teman-teman,
Saat Mamat harus menjalani serangkaian tindakan medis di rumah sakit tak dipungkiri sangat besar biaya yang dibutuhkan. Awalnya ada di antara keluarga kami, kerabat dan handai taulan yang bersedia membantu kami. Alhamdulillah ... semoga Allah swt membalasnya dengan banyak kebaikan. Amiin. Namun kemudian kami pun menyadari, proses panjang yang harus dilalui Mamat menjalani perawatan di rumah sakit masih memerlukan biaya dalam jumlah yang tak sedikit, sedangkan kami memiliki banyak keterbatasan. Karenanya, saat ini kami sedang melakukan sejumlah upaya, yang mana salah satunya berupa penggalangan dana dari berbagai pihak yang kami kenal maupun melalui perantara pihak lain.

”For Mamat with Love” ... inilah tema dari upaya yang kami sedang lakukan dan kali ini kami juga menyampaikannya kepada teman-teman melalui milis Alumni SMA 34 Jakarta.

Untuk itu, jika ada di antara teman-teman yang bersedia membantu kami dalam penggalangan dana ini, mohon kiranya dapat menghubungi kami melalui telepon dan/atau SMS ke nomor : 0811 85 37 35 atau 0811 1500 72.

Ataupun jika berkenan teman-teman dapat pula menyampaikannya secara langsung melalui rekening : BCA cabang Kuningan, Jakarta a/n R. Rachmat : 57 000 896 08

Semoga Allah swt memberikan keridhoan atas segala ikhtiar dan do’a-do’a kita semua untuk kesembuhan Mamat. Amiin ya Robbal ’alamin.

”Tiada musibah yang menimpa bumi dan tidak pula menimpa dirimu melainkan tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu di sisi Allah adalah sangat mudah.” (Al Hadid : 22)

Ya Allah Yang Maha Memiliki hikmah, mata kami selalu terbatas dalam menilai gerangan apa yang ada di balik suatu kejadian yang menimpa. Kiranya Engkaulah yang menunjukkan hikmah tersembunyi di balik setiap kejadian.

Ya Allah, sebagaimana senangnya kami menuai kesenangan, kuatkan juga hati kami saat kami menghadapi kesukaran. Jadikan hati kami begitu lapang dan ikhlas untuk menerima dan menjalani setiap Kehendak-Mu. Amiin.

Terima kasih atas perhatian dan dukungan dari teman-teman semua.


Wassalam,

Ita Rachmat & Syifa Khalila Rachmat

1 komentar:

ILUNI FISIP dia-dia lagi mengatakan...

assalamualaikum...

akhirnya balik juga dimilis ini,
bro & sis sy ceritain saat bezuk Mamat.....

hr senin 10/11/08, sy menyempatkan utk bezuk sahabat Mamat, sy datang j'
11pg, di kamarnya ternyata kosong, sy pikir wah Mamat lg jalan nih, sempet
tanya suster jaga ternyata sedang terapi diruang sebelah (r. terapi), sy
lihat bagaimana Mamat dikondisi berdiri dengan beberapa exercise, kurang
lebih 20menit kembali kekamar, didudukan utk minum jus papaya dng bantuan
selang.

selama duduk (30menit) sebelum akhirnya ditidurkan, sy pegang tangannya,
sambil ngobrol dng mamat searah, menurut perawat yg jaga Mamat kita harus
bicara aja supaya Mamat bs melatih daya ingat dng terapi dengar, apalagi
dr suara yg mungkin sering dia dengar, bahkan perawatnya bilang "ngomong
aja pak supaya Mamat bs respon positif", agak susah juga, sy ngomong aja
apa yg sy bisa omongin, ttg kita teman2nya tunggu dia dilap tenis&basket,
acara donor danar kemarin sampai salam dr semua penghuni milis ini (sy
sebutin satu2 yg sy ingat, yg gak keinget sy sebut dll), pokoknya bicara,
secara sy bukan orang yg cerewet. bahkan perawat bilang jng sampai suasana
diam, kadang perawat nyalain tv, utk dengar apa aja, sy juga sempat
dengarkan dr hp sy, asmaul husna&beberapa ayat Al Quran yg sy punya.

teman semua, rasanya memang kalo mungkin, yo kita nengokin Mamat, bareng2,
mungkin bs bantu proses pemulihan daya ingat Mamat, apalagi ibu2 dimilis
ini yg rada2 cerewet, & bpk2 nya yg punya bakat ngomong.

selama itu td, jabatan tangan sy dng Mamat tidak lepas, bahkan ketika
tangan sy mulai kesemutan, utk melepaskannya hrs dibantu perawat, sy gak
tau apa itu responnya Mamat.
sy ada disana sampai j' 12.30

kondisi sekarang memang jauh banyak kemajuan dr yg sy lihat (sy sdh bezuk
sebelumnya 2 kali), tapi memang prosesnya msh panjang, mudah2an kemajuan
ini akan terus lanjut, ALLAH SWT sembuhkan, angkat penyakitnya, & kita
semua bs kumpul lagi dng Mamat, amin.

buat Ita dan juga Syifa kecil, dng kesabaran serta keikhlasan dan mudah2an
dibalik ini semua ada hikmah besar dr rahasia ALLAH SWT (Ita sdh ada
dimilis ini ya, kabari kami ya selalu)

YOK KITA BANTU MAMAT, dng cara apapun, dng rizki yg kita punya, tenaga,
waktu, juga doa.

sy juga foto Mamat kemarin, mohon ijin ya Ita utk sy attach.
terakhir setelah selesai baca tulisan ini yg kepanjangan, kita bacakan Al
Fatihah utk yg agama islam, & agama lain sesuaikan dng caranya masing,
mudah2an keutamaannya tercurah utk Mamat, Ita, Syifa kecil, keluarga, dan
juga kita semua, amiin......

rM
Rizal Mozart

note : kita janjian, utk kunjungi Mamat lagi...
__._,_.___